Selasa, 31 Maret 2020

Nama-Nama Alat Pelindung Diri MEDIS Dalam Menangani COVID-19



Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Yoga Budi Utomo. Di blog kali ini saya akan menjelaskan tentang Alat Perlindungan Diri (APD). Sebelumnya kita harus mengetahui lebih dahulu apa itu APD, Alat pelindung diri adalah perlengkapan yang wajib digunakan untuk melindungi pekerja dari bahaya yang bisa menyebabkan cedera atau penyakit serius terkait pekerjaannya. Alat pelindung diri telah didesain khusus sesuai dengan jenis pekerjaannya.
Berikut adalah nama Alat Pelindung Diri yang digunakan Dokter dan Perawat saat menangani COVID-19:
1.    HAZMAT
Alat pertama yang melindungi tenaga medis agar tidak terpapar virus corona adalah baju pelindung atau biasa disebut hazmat. Pelindung sekali pakai ini terbuat dari Tyvek, yakni serat polietilen densitas tinggi berukuran 0,5-1 mikron. Harga pakaian ini adalah sekitar Rp 250 ribu.

2.    MASKER N95
Penggunaan masker N95 Particulate Respirator dari 3M ini pada tenaga medis telah mendapat persetujuan dari National Institute for Occupational Safety and Health, bagian dari CDC AS. Masker ini untuk mencegah masuknya mikroorganisme, cairan tubuh, dan partikel halus yang berdiameter 0,3 mikron. Untuk harganya sendiri, masker satu ini dijual sekitar Rp 84 ribu.

3.    KACAMATA PENGAMAN
Ada pun jenis kaca mata pengaman yang bisa digunakan tenaga medis mengatasi COVID-19 adalah Uvex Stealth Safety dari Honeywell. Kacamata ini telah memenuhi standar American National Standards Institute dan Canadian Standards Association.
Kacamata ini dilengkapi dengan karet penahan yang menempel lembut pada wajah tanpa memiliki celah. Selain itu, terdapat juga kanal ventilasi ekstra untuk sirkulasi udara.

4.    SARUNG TANGAN
Sarung tangan menjadi APD yang wajib dikenakan oleh para petugas medis. Pasalnya, virus corona bisa menular melalui setuhan tangan. Ada pun jenis sarung tangan yang bisa digunakan adalah yang berbahan jenis lateks atau nitrile.

5.    TOPI PROTEKSI
APD lain yang tidak kalah penting adalah topi proteksi jenis Headgear H8A dengan perisai kaca Faceshield WP96 dari 3M . Penggunaan topi ini untuk melindungi area kepala dan wajah secara keseluruhan. Topi pelindung ini juga bisa melindungi dari benturan, goresan, hingga percikan api. Harga topi proteksi ini adalah sekitar Rp 423.500 ribu.

Hal yang harus dilakukan Masyarakat guna membantu Pemerintah dalam menangani pasien COVID-19:

Ø Melakukan kegiatan Social Distancing
Ø Tidak berpergian keluar kota
Ø Tidak berpergian keluar negeri
Ø Tidak pergi keluar rumah kecuali ada kepentingan mendesak
Ø Tidak menyebarkan berita HOAX

Ketersediaan penyediaan APD bagi para Tenaga Medis dalam menangani COVID-19:
          Kelangkaan alat pelindung diri tentu akan membahayakan keselamatan para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam memerangi corona virus disease atau Covid-19. Koalisi masyarakat sipil pun mendesak pemerintah agar segera mengadakan alat pelindung diri dari berbagai sumber.
          Kelangkaan APD, disebabkan oleh lonjakan drastis kebutuhan APD yang terjadi karena tenaga medis bekerja serentak melayani ribuan pasien. Pemerintah pun dinilai gagal mengantisipasi ledakan kebutuhan APD.
          “Situasi kelangkaan APD ini jelas membahayakan keselamatan tenaga medis kita. Apabila tidak segera diatasi, kondisi ini berisiko membuat jebolnya pertahanan bangsa Indonesia terhadap Covid-19,” kata Nur Hidayati melalui keterangan pers yang diterima Kompas, Minggu (22/3/2020).

SEKIAN TERIMAKASIH:)









Tidak ada komentar:

Posting Komentar